Selasa, 01 Februari 2011

Pemahaman Tentang Tao dan Agama Tao

I. Asal-usul Taoisme 
1. Arti Tao ?
Huruf Tao mempunyai 2 (dua) makna :
Pertama, dalam pengertian sempit, Tao adalah "jalan". Artinya, segala benda dan urusan mempunyai pengaturan tertentu. Misal, jalan harus dilalui orang. Sebagaimana disebutkan di dalam buku Zhong Yong : "yang disebut Tao, tidak boleh sekejap pun terpisahkan". Ini merupakan Tao yang disebut oleh keluarga cendekiawan (Ru Jia) atau Confusianisme.

Kedua, dalam pengertian luas, Tao adalah penguasa langit dan bumi, menciptakan dan merubah cakrawala, melahirkan segala makhluk yang ada di dunia ini. Lao Tze pernah berkata : "Tao boleh dikatakan jalan, namun bukan jalan yang sesungguhnya; nama boleh bernama, namun bukan nama yang sesungguhnya; yang tanpa nama adalah awal langit dan bumi dan asal mula alam, yang bernama adalah induk segala makhluk. Dia disebut Tao, karena sangat besar kekuasaannya, sehingga tidak dapat dinamai, dan menjadi induk dari segala makhluk yang ada di alam ini". Inilah yang disebut Tao oleh keluarga atau para penganut Taoisme (Tao Jia) atau umat Tao. Jadi Tao yang dipahami oleh pengikut Konfusius aga sedikit berbeda dengan Tao yang dipahami oleh pengikut Lao Tze. Namun, perbedaan ini tidak membuat mereka bermusuhan.


2. Berupa fisik dan Menjadi Daya Guna Tao
Tao memakai Yin Yang sebagai fisik, peredaran atau perputaran lima unsur (wu xing) sebagai daya guna. Di dalam kitab Yi Jing dituliskan : "yang disebut Tao satu Yin dan satu Yang". Keduanya selalu berpasangan, ada Yin dan ada Yang. Tidak mungkin ada Yin tanpa disertai dengan Yang.


Menurt buku Jin Si Lu Lun Dao Ti, karangan Zhu-zi menuliskan : "wu ji sheng tai ji, tai ji dong er sheng yang, dong ji er jing, jing er sheng yin", yang artinya : "tanpa kutub melahirkan maha kutub, meha kutub bergerak melahirkan Yang (+), super gerak menjadi tenang, tenang melahirkan Yin (-), super tenang menjadi bergerak ulang, satu gerak satu tenang, masing-masing saling menjaid dasar, mendapatkan Yin dan Yang, maka berdirilah dua cara hidup, Yin Yang keduanya berpadu, sehingga melahirkan Air, Api, Kayu, Logam, dan Bumi atau Tanah disebut sebagai lima unsur alam.


Lima unsur alam menyebar sesuai dengan urutannya, akhirnya terjadi peredaran empat musim. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan Lao Tze : "Tao melhirkan satu, satu melahirkan dua, dua melahirkan tiga, dan tiga melahirkan segala macam atau aneka benda".


Menurut ajaran agama Tao, segala makhluk yang ada dalam alam ini tidak terlepas dari unsur Tao. Tao adalah sumber segalanya. Tao adalah sumber alam raya ini.

3. Agama Tao
Taoisme atau agama Tao disebut juga agama Tao, dengan mempelajari Taoisme, menekuni dan melaksanakan Taoisme sebagai pola utama, sama artinya dengan mempelajari agama Tao. Agama Tao adalah juga sumber yang muncul dan berkembang paling awal di China. Taoisme berasal dari Xian Yuan Huang Di, yang sudah menjadi milik bangsa Tiongkok atau China sejak zaman dahulu. Jadi sebelum kedatangan agama Buddha di Tiongkok, agama Tao sudah ada.


Agama Tao merupakan agama yang sejak dulu menjadi milik bangsa Tiongkok dan orang-orang China di luar Tiongkok.


Sebagaiman disebut di atas, bahwa agama Tao berawal dari Huang Di, lalu berkembang kepada Lao Tze, kemudian dijadikan bentuk agama oleh guru agung Zhang Dao Ling, dan Tao dianggap sebagai sumber dari segala sesuatu yang ada di alam. Para cendekiawan pada zaman peperangan antar negara serta Dinasti Qin dan Han, semua mengagungkan ilmu Huang Di dan Lao Tze, dan mereka menyebut driri mereka sebagai keluarga Tao.


Dinasti Tang (618-907) dan Song/Sung (960-1127) menganut dasar pemikiran ilmu agama Tao, mereka meyakini, mempercayai dan mengagungkannya, serta menyebarkannya kepada bangsa China di seluruh Tiongkok. Oleh karena itu, agama Tao dipandang sebagai agama Tiongkok sejak zaman dahulu dan sudah berusia cukup tua.

Mengenai agama yang lain, seperti agama Jin (sekarang Kristen), agama Shi (Buddha), Hui (Islam), dan lainnya, semua sebagai agama luar dan bukan sebagai agama asli Tiongkok. Agama-agama tersebut masuk Tiongkok dibawa oleh para pedagang dan dianut oleh sebagian masyarakat China hingga sekarang. Umat-umat beragama di Tiongkok hidup damai satu dengan lainnya, para penganutnya saling menghormati, tanpa ada saling permusuhan dan cemburu sosial.


Presiden Jiang pernah mengatakan : "Kita tidak bisa memungkiri, bahwa Tao adalah salah satu agama yang asli milik bangsa China di Tiongkok". Kini agama Tao berkembang pesat di Tiongkok.


4. Gagasan Agama Tao.
Agama Tao berazaskan kesetiaan dan kebatiktian. Hal itu dilakukan dengan cara menghormati langit, menyontoh leluhur, menguntungkan segala benda dan membantu sesama manusia di muka bumi ini. Yang membedakannya dengan agama lain adalah agama Tao berazaskan kemerdekaan,  persamaan derajat dan tidak membedakan satu dengan yang lainnya. Agama Tao juga menekankan kedamaian sebagai prinsip, mempelajari ilmu pengetahuan, menekuni segala bidang, dan melaksanakan ajaran Lao Tze tanpa batasan. Semuanya ini akan membawa keindahan dalam hidup di alam yang penuh dengan tantangan.

Usaha untuk menekuni ilmu, keluarga Taoisme terbagi menjadi 2 (dua) bidang yaitu, Keluar Dunia dan Masuk ke Dunia. Ilmu keluar dunia adalah mementingkan pemeliharaan watak untuk menuju kemurnian. Tujuannya adalah untuk melampaui hidup yang biasa menuju kesucian. Sedangkan ilmu masuk ke dunia, menitikberatkan tentang kesetiaan, kebaktian, kasih sayang, dan hidup berhemat. Tujuannya adalah untuk memperbaiki diri serta menguntungkan dan membantu orang lain.

Berlatih keluar dunia dapat merangkap untuk juga berlatih masuk ke dalam dunia; berlatih masuk ke dalam dunia juga dapat merangkap berlatih keluar dunia. Artinya, agama Tao tidak hanya menekankan keduniaan tapi juga ke akhirat. Keduanya harus seimbang dan tidak ada yang lebih dipentingkan.


5. Agama Tao, Mengagungkan Dewa.
Agama Tao adalah suatu agama yang multi Dewata, menghormati Tuhan, dan menyontoh perbuatan leluhur. Semua suci murni dan suci akan kedewaan duniawi, serta roh Dewa Negara dan Daerah Setempat. Masing-masing dewa dipuja menurut keyakinan rakyat. Bagi yang menyembah suci murni bawaan, dapat merangkap memuja roh Dewa Dunia. Yang menyembah roh Dewa Duniawi, juga boleh menyembah suci murni bawaan, tanpa adanya larngan sedikitpun.


6. Arti Suci Murni
Dewa tertinggi







Tidak ada komentar:

Posting Komentar